2 (Dua) Kunci Pokok dalam Penulisan

Menulis, pada dasarnya, merupakan kegiatan memproyeksikan apa yang dipikirkan (juga pengetahuan), dirasa, diimajinasikan seseorang ke dalam kata-kata dalam bentuk tulisan. Masalahnya, pikiran, perasaan dan imajinasi adalah hal abstrak yang “hidup” dalam diri individu sendiri. Sedangkan tulisan hendak menjadikannya konkret, nyata, agar bisa dipahami atau dinikmati orang lain.

Di antara keduanya terdapat jurang yang perlu dijembatani. Jembatan itu adalah kata-kata. Di sinilah letak kesulitan dalam penulisan; “menjadikan ‘kenyataan’ di dalam diri individu yang sunyi – tanpa suara, rupa dan kata-kata – mewujud dalam bentuk yang lain yakni sebuah tulisan.” Meskipun, perasaan sakit hati seseorang adalah suatu kenyataan. Dan ungkapan tentang sakit hatinya yang ditulis adalah kenyataan yang lain.

Soal penulisan, ada dua pertanyaan dasar yang perlu dijawab. Menjawab pertanyaan ini berarti menjawab pula akar masalah kepenulisan. Pertanyaan itu adalah seputar 1). Apa yang ditulis? dan 2). Bagaimana menulis?

Pertanyaan pertama menyangkut pengetahuan, sedangkan pertanyaan kedua menyangkut keterampilan.

Persoalan pertama. Begini, bahwa tulisan yang baik sebab materi tulisannya betul-betul dipahami, betul-betul pengetahuan yang dikuasai penulis. Tulisan sosiologi, misalnya, yang bagus karena ditulis oleh sosiolog, bukan dokter.

Artinya, pertanyaan pertama menyangkut isi atau materi tulisan. Meskipun sebuah tulisan non-fiksi, penulis tetap harus memiliki pengetahuan yang cukup soal alur, karakter tokoh, latar belakang cerita dan seterusnya.

Kedua, tentang bagaimana menulis? Sebagaimana sudah dikatakan sebelumnya bahwa pertanyaan ini menyangkut keterampilan. Ya, keterampilan. Para penulis, hampir tidak ada yang percaya bahwa kemampuan menulis lahir ‘dari sananya’, sebuah bakat dari lahir. Sebenarnya, kemampuan menulis merupakan kemampuan yang didapat dari proses latihan. Semakin keras latihan (menulis), niscaya akan semakin terampil (menulis). Semakin terampil menulis, niscaya tulisannya akan semakin baik.

Baca Juga  Antologi; Cara Menulis dan Menerbitkan Buku Secara Kolektif

Sebagaimana keterampilan yang lainnya.

Intinya, untuk menjadi penulis perlu dua hal saja. Pertama, pelajari bidang yang kita minati. Sebab ini akan menjadi isi tulisan. Kedua, latihan menulis secara konsisten. Sebab, ini menentukan kemampuan dan keterampilan menulis.

Bahkan, teknik penulisan yang paling jitu sekalipun tak ada gunanya jika dua hal ini diabaikan.

Semoga bermanfaat.

7 Comments

Leave a Reply