Anak Jalanan dan Masalah Kesehatan

Anak Jalanan dan Masalah KesehatanFenomena anak jalanan merupakan gejala sosial yang muncul akibat krisis di berbagai bidang dan menjadi salah contoh nyata dari sekian anak terlantar yang ada di Indonesia. Mereka adalah anak-anak di bawah umur 18 tahun yang sebagian besar hidupnya dihabiskan di jalanan untuk mencari uang. Seperti yang telah diketahui bersama, di kota-kota besar banyak anak yang berkeliaran di jalan raya. Mereka tidak bermain, melainkan bekerja, seperti: mengamen, menjajakan dagangan, mengemis, bahkan mencopet demi sesuap nasi.

Pertumbuhan anak jalanan di Indonesia semakin meningkat, terutama di kota-kota besar. Salah satunya adalah Jakarta yang merupakan ibukota negara, dengan mudah menemui anak jalanan di berbagai tempat, mulai dari perempatan lampu merah, stasiun kereta api, terminal, pasar, pertokoan, dan bahkan mal.

Anak jalanan atau sering disingkat anjal adalah sebuah istilah umum yang mengacu pada anak-anak yang mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan, namun masih memiliki hubungan dengan keluarganya.  Anak jalanan tinggal di jalanan karena dicampakkan ataupun tercampak dari keluarga yang tidak mampu, menanggung beban karena kemiskinan dan kehancuran keluarganya.

Umumnya anak jalanan bekerja sebagi pengamen, pengasong, pemulung, tukang semir, ataupun pengais sampah. Seringkali mereka mengalami kecelakaan lalu lintas, pemerasan, perkelahian, dan kekerasan lain. Anak jalanan lebih mudah tertular kebiasaan tidak sehat terutama dari kultur jalanan, khususnya seks dan penyalah gunaan obat.

Lebih memprihatinkan lagi lingkungan akan mendorong anak jalanan menjadi obyek sosial. Anak jalanan rawan terhadap gangguan kesehatan baik fisik maupun mental yakni merubah karakter menjadi anak yang beringas, sangat agresif, suka baku hantam, usil, berani memprotes, suka berbicara seenaknya yang disertai dengan kata-kata kotor.

Perilaku lain yang muncul pada anak-anak jalanan adalah berusaha mencari uang dengan cara apaapun sehingga sering berganti pekerjaan, termasuk pekerjaan yang tidak terpuji misalnya: mencopet, merampas, menodong. Mereka juga sering rawan terhadap obat-obatan terlarang, minum-minuman keras dan zat-zat aditif lainnya, serta mobilitasnya sangat tinggi.

Baca Juga  Generasi Milenial: Inovasi dan Pembangunan Bangsa

Pengertian anak jalanan sendiri menurut KBBI adalah sebuah istilah umum yang mengacu pada anak-anak yang mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan, namun masih memiliki hubungan dengan keluarganya.

Dilihat dari pengertiannya dapat diketahui kalau anak jalanan berarti anak yang berumur kurang dari 18 tahun dan memiliki keluarga namun mereka ingin mencari nafkah sendiri.

Ada beberapa pengertian anak jalanan menurut beberapa ahli hukum, antara lain:

  1. Sandyawan memberikan pengertian bahwa anak jalanan adalah anak-anak yang berusia maksimal 16 tahun, telah bekerja dan menghabiskan waktunya di jalanan.
  2. Peter Davies memberikan pemahaman bahwa fenomena anak-anak jalanan sekarang ini merupakan suatu gejala global. Pertumbuhan urbanisasi dan membengkak- nya daerah kumuh di kota-kota yang paling parah keadaannya adalah di negara berkembang, telah memaksa sejumlah anak yang semakin besar untuk pergi ke jalanan ikut mencari makan demi kelangsungan hidup keluarga dan bagi dirinya sendiri.

   Definisi anak jalanan terbagi 3 (tiga), yaitu; (1) anak jalanan yang hidup/tinggal dijalanan, sudah putus sekolah dan tidak ada hubungan dengan keluarganya; (2) anak yang bekerja di jalan, sudah putus sekolah, berhubungan tidak teratur dengan keluarganya; (3) anak yang rentan menjadi anak jalanan, masih sekolah, masih berhubungan dan tinggal dengan keluarga.