Cara Blogger Menulis Buku

pustakapedia.com – Tidak sedikit blogger yang menulis buku. Tidak sedikit pula penulis buku yang nge-blog. Satu lagi, tidak sedikit juga buku yang diterbitkan dari kumpulan postingan blog. Untuk yang terakhir, ini bisa jadi cara yang paling efektif mengumpulkan naskah-naskah menjadi sebuah buku.Bagi Anda yang berencana menerbitkan buku namun tidak kunjung tuntas, cara blogger menulis buku ini bisa dijadikan contoh. Namun, sebaiknya ikuti petunjuk ini:

1). Buat blog dengan tema yang spesifik.

Blog dengan tema spesifik akan lebih mudah untuk segera dijadikan buku. Sebab, sebuah buku hanya membicarakan satu tema. Satu topik pemikiran saja; teknologi, jurnalistik, psikologi, hukum, penulisan, tutorial desain, dst.

Selain itu, blog dengan tema yang konsisten secara otomatis akan cepat dikenal dan dikunjungi oleh peminat yang tertarget. Target pembacapun akan sangat jelas.

2). Patuhi EYD

Mematuhi Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) paling tidak menunjukkan bahwa Anda adalah penulis yang baik. Patuh pada EYD termasuk pada cara penulisan dan pencantuman sumber tulisan (ini seringkali dilupakan beberapa blogger). Mematuhi EYD, tidak berarti tidak diperkenankan menggunakan bahasa slang (slenge’an).

Misal, ada kutipan langsung dari seorang “anak Jakarta” dimana antara Bahasa Indonesia dan Betawi sering dicampur. Seperti, gado-gado bahasa. Kita tetap dapat menulis kata bujug, lupain aje, dst. dengan di-italic-kan.

3). Posting secara konsisten

Ini tantangan komitmen bagi blogger yang hendak menjadikan kumpulan postingannya menjadi buku. Konsisten dalam melakukan posting bisa berbeda-beda setiap orang: ada yang satu hari satu posting tulisan, ada yang satu minggu satu tulisan, dst.

Tentu saja semakin sering posting semakin dekat kumpulan blog menjadi buku.

4). Bagikan (share) setiap postingan ke media sosial yang Anda miliki

Baca Juga  Jangan Langsung Tulis, Buatlah Outline!

Ini keistimewaan buku dari posting blog. Sebab, setiap tulisan yang dibagikan ke medsos akan cepat mendapatkan respon pembaca. Dengan mengetahui respon pembaca Anda bisa menentukan gaya penulisan, struktur, sudut pandang dan hal lain berdasarkan minat baca para pembaca.

5). Jangan posting terlalu pendek

Dalam satu posting tulisan sebaiknya jangan terlalu pendek. Ingat, blog yang Anda tulis akan bermetamorfosa menjadi buku. Bagaimana jika terlalu panjang? Ini justru lebih mudah, bagi saja tulisan panjang itu menjadi subjudul.

Cara blogger menulis buku di atas jauh lebih mudah dibandingkan dengan menuliskan naskah satu-satu. Cara ini bisa disebut sebagai kredit naskah. Mencicil naskah buku setahap demi setahap sambil menguji respon pembaca secara langsung. Jika blog kita dianggap menarik yakinlah buku yang akan diterbitkan ditunggu-tunggu pembaca blog kita.

Satu lagi, ini puncaknya! Jika isi blog dirasa cukup menjadi sebuah buku. Kumpulkan naskahnya dalam satu folder, buat dalam beberapa bab dan ajukan ke Penerbit Pustakapedia.

Di akhir tulisan ini, saya berikan dua contoh buku keren yang ditulis oleh penulis keren tapi perlu Anda tahu bahwa buku tersebut diterbitkan dari kumpulan tulisan di blog si penulis. Sebut saja buku Writerpreneurship karya Ahmad Gaus dan A9ama Saya adalah Jurnalisme yang ditulis Andreas Harsono.

3 Comments

Leave a Reply