Dana Talangan Haji

Buku Dana Talangan Haji

DATA BUKU

Judul: Dana Talangan Haji: Antara Syar’i dan Solusi

Penulis: Adi Mansah

Penerbit: Pustakapedia Indonesia

Jumlah Halaman: 184

ISBN:978-60274464-0-3

Kategori: Hukum Islam

Harga: Rp.40.500,-

DESKRIPSI

Ibadah haji adalah rukun Islam yang kelima merupakan kewajiban bagi umat Islam yang istitha’ah dalam perjalanan menuju Baitullah, istitha’ah atau berkemampuan merupakan syarat berhaji, yang tidak istitha’ah terbebas dari kewajiban haji.

Istitha’ah artinya mampu, karena sehat jasmani dan rohani, aman dalam perjalanan terhindar dari gangguan, memahami berbagai ketentuan terutama tentang manasik, mempunyai bekal yang cukup untuk perjalanan mulai berangkat sampai kembali, meliputi transport, peralatan, konsumsi, dan lain-lain.

Demi pelepasan rindu ini, berbagai cara dilakukan oleh kaum muslimin, ada yang menyisihkan sebagian hartanya sedikit demi sedikit agar terkumpul harta yang cukup untuk biaya ongkos naik haji, ada juga yang menggunakan dana talangan haji yang diberikan oleh LKS atau beberapa bank syari’ah yang ada di Indonesia, produk ini dilegalkan oleh Fatwa DSN-MUI NO:29/DSN_MUI/YI/2002, tentang pembiayaan pengurusan haji lembaga keuangan syariah.

Pro dan kontra mengenai produk dana talangan haji telah menjadi wacana publik, banyak pendapat yang muncul berbagai alasan dalam pro maupun kontra. Pihak yang pro terhadap dana talangan haji pada umumnya berpendapat bahwa dibolehkannya dana talangan haji adalah dengan pertimbangan tersebut memberikan fasilitas atau kemudahan bagi orang-orang yang sangat ingin menunaikan ibadah haji namun belum mampu dalam hal biaya secara kontan.

Pendapat lain bahwa sebaiknya jangan melarang umat muslim untuk melaksanakan ibadah haji hanya karena keterbatasan dana, selain itu pemerintah juga telah memberikan aturan terhadap pemberian dana talangan haji yaitu memberikan batasan-batasan dari jumlah dana yang diberikan ini merujuk kepada Fatwa DSN-MUI yang telah mengeluarkan fatwa tentang kebolehan menggunakannya.

Baca Juga  Di Balik Tabir Hujan

Sedangkan pendapat yang tidak setuju (kontra)  terhadap dana talangan haji ditinjau dari bentuk akadnya, mereka mengkaji berdasarkan pada kaidah asal dalam syari’ah. Dalam ibadah, kaidah hukum yang berlaku semua dilarang kecuali yang ada ketentuannya berdasarkan Al-Qur’an dan Al-Hadits yang membolehkan. Sedangkan dalam mu’amalah, semuanya diperbolehkan kecuali ada dalil yang melarang. Adapun dasar dari larangan mengenai dasar hukum dana talangan haji yang digunakan mensyaratkan pemberian dana talangan dengan meminta jasa/ fee untuk pengurusan.

2 Comments

Leave a Reply