Dari Mesir sampai ke Rep. Ceko

Dari Mesir Sampai CekoBuku ini adalah buku catatan perjalanan keliling dunia kedua Tasha Schumi. Di setiap tempat yang ia singgahi Tasha tidak hanya mengeksplorasinya begitu saja. Ia memperhatikan dengan saksama lalu mencatatkannya menjadi buku. Tidak hanya satu buku tapi dua dan bisa saja lebih. Karena, perjalanannya belumlah usai meski ia telah pulang ke tanah pertiwi.

Berikut adalah pengantar Tasha Schumi di buku keduanya ini:

Sama seperti kisah “dari Finlandia sampai ke Qatar”, bukuku ini juga merupakan kumpulan kisah perjalananku selama setahun. Setidaknya 20 negara telah kusinggahi selama tahun 2015, tetapi di dalam buku ini aku hanya akan mengangkat kisahku di 12 negara saja karena beberapa negara lainnya telah kuceritakan dibuku sebelumnya sementara beberapa negara lainnya hanya kukunjungi sambil berlalu dan terlalu singkat untuk diangkat kisahnya.

Tahun itu bukanlah tahun yg mudah bagiku, terutama dalam hal pekerjaan aku mengalami masa transisi. Setelah mengakhiri kontrak kerjaku dengan perusahaan pengiriman barang raksasa dari Amerika, aku pun langsung sibuk mencari pekerjaan baru dan selama masa itu aku tidak bisa terlalu lama meninggalkan kampung halaman keduaku, Jerman, karena kuatir akan pantauan dinas ketenagakerjaan Jerman, lagi pula aku tidak mau kehilangan kesempatan kalau saja kebetulan ada panggilan wawancara.

Tetapi bukan berarti aku sama sekali tidak pernah pergi travelling selama 3 bulan di rumah, walaupun hanya sebentar-sebentar tetap saja aku melakukan penjelajahan ke negara-negara lainnya seperti 5 hari di Denmark dan 6 hari di Rumania, sesekali kusempatkan juga menjelajahi negara tempatku tinggal saat ini.

Perjalanan kuawali dengan terbang ke salah satu negara tertua di dunia yang terletak di benua Afrika tepatnya di wilayah Afrika utara. Berkeliling Mesir dan berkendara membelah gurun pasir sejauh ratusan kilometer, tidak lupa kunjungan wajibku setiap tahun ke tanah Skandinavia, tahun ini pilihanku jatuh ke negara yang bergelar negara paling bahagia di dunia yaitu Denmark. Lalu mengunjungi salah satu negara terkecil di dunia bernama Liechtenstein. Di tahun yang sama untuk pertama kalinya aku mengeksplorasi negara-negara bekas pecahan Uni Soviet yang terletak di pesisir laut Baltik mulai dari Lituania, Latvia sampai ke Estonia. Tiga negara yang serupa tapi tak sama.

Baca Juga  Monolog Cinta Anak Bangsa