Di Balik Tabir Hujan

Di Balik Tabir Hujan

DATA BUKU

Judul: Di Balik Tabir Hujan

Penulis: Dian Anggrayuni dan M. Adha Trisna Sampurno

Penerbit: Pustakapedia Indonesia

Jumlah Halaman: 248

ISBN: 978-602-74464-3-4

Kategori: Sastra

MUKADDIMAH

Hujan telah menjadi representasi ujian kehidupan yang disuguhkan Tuhan untuk setiap manusia. Banyak dari manusia menghindari tetesan-tetesan lembutnya, bahkan takut terhadap rintik kecilnya. Hanya orang-orang yang berani dan memiliki keyakinan hati mampu berdiri tegak menghadapi guyuran hujan.

Mereka adalah para pengeja hujan, orang-orang yang selalu mengambil hikmah dari setiap tetesnya. Mereka pemilik hati yang yakin bahwa ada keindahan dalam kesamaran pada apa yang ada di balik tabir hujan. Mereka yang mau merenung, berpikir, dan menyingkap seluruh pelajaran yang diguyur oleh hujan, ketimbang bersedih dan menghujat tetesnya. Terimakasih, untuk setiap orang yang mengajari saya mengeja tetesan demi tetesan rahmat Tuhan. Kalian yang mengajarkan kepada saya perkara hati, hidup, dan cara pandang yang indah.

Terima kasih untuk setiap kalian yang pernah menggerimisi atau menghujani saya dengan jutaan pelajaran hidup yang tak terlupakan dengan cara unik tersendiri. Tetaplah jadi hujan atau sekadar rintik agar bumi yang kering menjadi subur kembali,
agar penduduk bumi wajahnya berseri meski kadang sebagian mereka balik membenci. Terima kasih sudah menjadi penyegar di tengah kegersangan hati saya, meski sebatas rintik atau sebatas mendung.

Dan terima kasih atas hadirnya kalian di sini, di hidup saya, di hati ini. Meski sesingkat hujan lewat, kalian selalu meninggalkan ukiran pelangi yang terpahat abadi. Teruslah menginspirasi untuk mereka yang butuh dibina hatinya seperti saya. Teruslah hadir seperti hujan, sebagai rahmat terindah dari Tuhan.

Selamat mengeja tetesan-tetesan hujan.
Selamat menyaksikan Di Balik Tabir Hujan.

TESTIMONI

“Bagi saya, menyimak untaian catatan-catatan kontemplatif dalam buku ini tak ubahnya menikmati tetes-tetes air hujan yang jatuh ke bumi. Sejuk dan menyejukkan. Setelah membacanya, yang muncul adalah lecutan dari dalam diri untuk tidak pernah berhenti memperbaiki diri dan memberi arti. Layak menjadi sumber inspirasi bagi para belia dalam meniti jalan menuju hari depan yang dicita-citakan.”
(Salim Darmadi—alumnus PKN STAN dan University of Queensland, penulis buku Serpihan Inspirasi: Hikmah dari Negeri Seberang)

Baca Juga  Jadi, Kamu Pilih Jurusan HI?

“Ini buku hasil renungan dua anak muda yang berkolaborasi membuat buku perdana. Sungguh, saya membacanya dengan penuh kekaguman. Kagum karena apa yang ditulis penuh dengan makna hidup, melampaui usia muda dua penulis ini. Kagum karena jarang anak muda berpikir makna ketika banyak di antara mereka justru tenggelam dengan keremehan hidup. Kagum dengan kolaborasi produktif dua penulis ini – membuat buku – di kala banyak anak muda asyik dengan kolaborasi minim manfaat. Membaca buku ini membuat saya merasa bahwa dunia ini lebih indah dari sekadar apa yang dilihat dengan mata fisik.”
(Satria Hadi Lubis—trainer, mentor manajemen kehidupan, penulis buku Breaking The Time )

“Sama-sama menjalani hidup, belum tentu sama-sama mengambil pembelajaran dari perjalanan. Penulis buku ini di usia muda mereka, termasuk sedikit di antara orang yang berjalan, namun tak malas untuk mengambil satu demi satu hikmah yang mereka temui. InsyaAllah renungan-renungan dalam buku ini bermanfaat untuk pembaca. Inspiratif.”
(Ahmad Rifa’i Rif’an—penulis buku Tuhan, Maaf Kami Sedang Sibuk)

“Di Balik Tabir Hujan. Sebuah perenungan yang membawa penikmatnya menuju gerbang kesadaran. Kata-katanya seakan membuai, menyentuh, bahkan menampar. Menjadikan diri merasa malu, bisu, dan merindu. Sederhana. Mengangkat tema-tema yang begitu dekat dengan rasa dan makna kehidupan. Terimakasih kepada dua penulis yang luar biasa, telah menjadi jembatan bagi kami kembali menuju-Nya. Yang menjadikan hati dan diri ini belajar dan terus belajar. Untuk siapapun yang ingin menjadi lebih baik, buku ini patut dibaca sebagai lembaran muhasabah yang penuh makna.”
(Atikah Azzahra—penulis buku Elegi Hati)

“Bukanlah perkara mudah memadukan dua pemikiran dalam sebuah karya tulis. Namun, apa yang diupayakan oleh Dian Anggrayuni dan Muhammad Adha Trisna Sampurno patut diapresiasi. Memang, sejatinya hujan identik dengan kegalauan. Tetapi, hujan dalam tulisan-tulisan mereka selalu dimaknai dengan bijak. Hujan bukan sekadar peristiwa alam tanpa rahasia yang lantas harus diterima begitu saja. Hujan, dengan cara mereka sendiri berhasil diubah menjadi sebuah senjata untuk menyampaikan kebaikan. Setidaknya, sebongkah batu yang keras bila terus ditetesi oleh hujan dapat lebur. Sungguh, karya mereka ialah sebuah cara menyampaikan kebaikan yang mengagumkan.”
(Ardilo Indragita—penyair muda Riau, anggota FLP Riau)

Baca Juga  Dakwah Kreatip Ala LDK

“Buku ini memberikan energi sinergis sehingga kita hanyut di dalamnya, menjelaskan bahwa meskipun kita terpuruk dan terjatuh tetapi Tuhan tahu kita mampu, dan ujian untuk menguji kita sebagaimana siapkah kita menghadapi manisnya iman.”
(T. Akbar Maulana—penulis Boys Beyond The Light)

“Sudah banyak buku yang saya baca, Di Balik Tabir Hujan salah satu yang mampu mencuri hati saya, bahkan di beberapa kalimatnya mampu “menampar” diri yang memang masih butuh untuk selalu diingatkan. Sejauh mana kita mengenal diri kita? Sejauh mana kita mengenal Pencipta kita? Apa tujuan kita hidup di dunia ini? Apa peran kita di dalamnya? Semua terangkum di sini, tertata apik. Namun, ringan, asik, membuat ketagihan untuk terus membaca tiap “episode”nya. Kita semua berharga, dan buku ini memberi tahu cara kita memahami bahwa kita memang berharga dan juga bagaimana cara menghargai apapun, so deep. Barakallah untuk kedua penulis, ditunggu karya-karyanya yang lain, in syaa Allah bermanfaat.”
(Muhammad Satria Andika—mahasiswa Institut Teknologi Bandung 2014)

“Di Balik Tabir Hujan, ulasannya sederhana tapi mengena. Bahasanya ringan dan penuh makna seakan-akan pembaca terbawa hanyut oleh keindahan cara penyampaiannya. Isinya penuh dengan pesan moral yang mengedukasi tanpa menggurui. Bagus dan cocok untuk dibaca oleh muda mudi sebagai vitamin kata yang bermanfaat.”
(Azka Sa’dan—mahasiswi International Islamic University Malaysia 2014)

“ Pemilihan diksi di setiap cerita membuat saya ikut mengalir non-stop dalam membaca sambil perlahan mencari makna dari balik tabir setiap kisah.”
(Rizka Rahmayani—Mahasiswi Martin Luther Universität, Jerman)

“Aku suka cara Adha dan kak Dian bertutur kata. Ringan, pesannya terbaca jelas, tidak terkesan menggurui. Mereka mencoba menuntun kita untuk lebih mengenal Tuhan, mensyukuri apa saja yang telah diberikan-Nya, dan mengamati hal-hal kecil yang selalu ada hikmah di baliknya.”
(Yashifa Sahara Achinza—sahabat penulis)

“Dapat mengilhami, menginspirasi, serta sebagai cerminan diri bagi pembacanya. Bahasanya sederhana, indah, dan menyejukkan. Walaupun ditulis dalam bentuk kiasan, tetap mudah dimengerti. Isi cerita memiliki hubungan yang luas tanpa batas pengetahuan yang sarat akan makna dan pesan kehidupan dan dapat membangun rasa syukur kepada Sang Pencipta. Tak akan bosan membaca buku ini. Ditunggu buku-buku berikutnya.”
(Reny Oktaviani Arief—kakak penulis)

Baca Juga  Love Chooses

“Kalau dulu, waktu kecil, saya menantikan hujan sebagai perayaan. Berlari ke tengahnya, berlarian dan tertawa. Berteriak kencang membaur dengan deras rintiknya, mengalahkan teriakan Ibu yang menyuruh untuk berteduh. Itu dulu. Sekarang, hujan menjadi soundtrack yang dinantikan saat banyak pikiran. Suara hujan selalu berhasil membangunkan semua kisah dan kenangan juga berhasil mengurai pikiran. Terima kasih pada Kak Dian dan Trisna yang sudah menjadi pengeja rintik hujan. Kalian berhasil mewakili sebagian kisah, kenangan, dan pikiran-pikiran yang kerap kali melintas di kepala. Membaca Di Balik Tabir Hujan seperti menikmati secangkir teh, sepiring gorengan, sembari memandangi hujan dari balik jendela dengan otak yang penuh stori soal Tuhan, kawan, ayah-ibu, dan tentu saja kamu. Begitu riuh, intim, hangat, tapi ada manis-manisnya.”
(Gitta Vendrian Lastiningrum—mahasiswa D1 Kebendaharaan Negara PKN-STAN)

“Buku ini sarat akan makna dan pesan kehidupan. Siapapun yang membacanya, akan terseret dalam arus perenungan yang mendalam tentang hakikat manusia dan kehidupannya. Penulis sungguh piawai dalam mengolah kata, mencampuradukkan rasa, dan menyuguhkan hikmah dalam setiap kisah yang tersaji. Selamat membaca:) Selamat memuhasabahi diri tiada henti.”
(Shintha Tri Alfiah—sahabat penulis)

“Cerah dan mencerahkan. Buku ini sangat bernilai positif. Membuat diri ini merenung tentang bagaimana cara menghadapi sekelumit masalah hidup selama ini.. Bahasanya sederhana, mudah dipahami. Tiap penulis punya karakter masing-masing yang saling melengkapi sebagaimana Filosofi Gado-gado dalam buku ini. Sangat recommended, usai membaca akan tersadarkan tentang makna hidup sesungguhnya, tentang rindu dan rasa sesungguhnya. Tidak akan bosan walau dibaca berulang. Selamat mengeja makna Di Balik Tabir Hujan.”
(Yulistria Anggraini—sahabat penulis)

“Sangat bermanfaat bagiku. Penggagas imaji yang kadang masih “ngambang” apa, siapa, dan bagaimana Allah itu sebenarnya. Menuntun keilmuan agama secara kias (dalam kata) namun mengena. Sukses selalu dan selamat membaca bagi kalian semua ya! :)”
(Wening Tunjung Iswari—redaktur Warta Kampus PKN STAN)

4 Comments

  • Budi Firmansyah says:

    Super keren, setiap kata yang dituliskan mengandung makna yang harus dicermati. Membacanya membuat para pembaca mendapatkan makna lain saat membaca buku/novel lain. Keren
    -budifirmansyah/sekjen Relawan Membaca 15 Menit

    • Pustakapedia says:

      Terima kasih sudah membaca bukunya dan sudah berkunjung ke website kami. Ayo jadi penulis juga mas.

  • untuk order buku ini bagaimana ya kak?

    • Pustakapedia says:

      silakan whatsapp kami dengan format PESANBUKU JUDUL JUMLAH NAMA ALAMATPEMESAN. terima kasih

Leave a Reply