Jangan Langsung Tulis, Buatlah Outline!

Cara Menulis Buku

Sebuah buku yang ditulis seorang wartawan-penyair bernama Goenawan Mohamad berjudul “Seandainya Saya Wartawan Tempo” dengan sangat baik menjelaskan bagaimana agar sebuah tulisan dapat rampung dengan hasil baik. Pada bagian itu, GM, sapaannya, mengingatkan agar jangan mengira bahwa cerita sudah terbangun di dalam kepala Anda. Perlu sebuah penuntun, yang mengingatkan kemana arah tulisan bermula dan kemana pula akan berakhir. Penuntun itu tak lain adalah outline. GM memberi judul pada bagian itu begini: “Mau Selamat, Buatlah Outline!”

Meski buku tersebut ditujukan sebagai panduan untuk wartawan untuk menulis laporan panjang tapi cukup berguna bagi siapapun yang sedang merencanakan menulis buku. Terutama pada bab outline.

Sebelum terlalu jauh, kita perlu memahami lagi definisi outline. Kata kunci dari outline adalah rangkuman singkat, kerangka bab per bab, struktur isi buku dan -yang paling sederhana- namun ini tidak juga tepat yakni rencana daftar isi buku.

Dari sekumpulan kata kunci itu kita dapat memberikan pengertian bahwa outline adalah rangkuman singkat yang tersusun sebagai kerangka/ alur bab per bab sebagai struktur buku yang akan menjadi daftar isi buku.

Bagaimana Membuatnya?

Anggaplah kita akan menulis buku dengan satu tema tertentu, misalnya tentang Pendidikan Anti Korupsi. Anggap pula kita telah mengumpulkan sumber dan data untuk buku itu.

Ingat, bahwa buku yang baik adalah yang dapat memberikan pemahaman pada pembaca. Seperti mengaji, ajak pembaca untuk “mengaji dari Alif.” Membaca dari permulaan untuk dapat pemahaman utuh tentang isi buku. Sebab daya tangkap dan penerimaan setiap pembaca berbeda-beda maka perlulah membuat buku yang menuntun step by step.

Untuk outline buku Pendidikan Anti Korupsi, perlu dipertimbangkan makna pendidikan, definisi korupsi, efektivitas pendidikan sebagai benteng perilaku korup, model pendidikan anti korupsi, dst.

Baca Juga  5 Kelebihan Menerbitkan Buku di PUSTAKAPEDIA

Lalu, anggap saja kita sepakat bahwa outline adalah ‘bakal’ daftar isi. Maka outline dari buku tersebut akan seperti ini:

Bab I

Pengertian Pendidikan

Tujuan Pendidikan

Pendidikan Karakter: Internalisasi Nilai dan Pembentukan Perilaku

—– dst

Definisi Korupsi

UU Korupsi

Korupsi di Indonesia

Kerugian Negara Akibat Korupsi

Penanganan dan Kasus Hukum Korupsi

—- dst

Bab I kira-kira berisi tentang pengantar soal Pendidikan dan Korupsi

Bab II

Pendidikan dan Perilaku Korup; Sebuah Tinjauan

—- dst

Bab II berisi tentang pendidikan dan korupsi

Bab III

Pendidikan Anti Korupsi

Penerapan Pendidikan Anti Korupsi di Sekolah

Model dan Modul Pendidikan Anti Korupsi

Pentingnya Pendidikan Anti Korupsi

—– dst

Bab III berisi Pendidikan Anti Korupsi (Inti isi buku)

 

Bab IV

Pendapat atau argumen penulis soal Pendidikan Anti Korupsi (Jika pendek bisa dibuat sebagai penutup tapi jika terlalu panjang penutup bisa diletakkan di Bab V)

Demikian, postingan kali ini. Contoh outline di atas adalah yang paling sederhana namun efektif. Terutama, saat mengalami kebuntuan.

Contoh outline di atas hanya untuk tulisan non-fiksi. Outline fiksi berbeda sebab akhir cerita bisa saja ditulis pada bab awal.

Terakhir, buatlah outline untuk setiap naskah yang akan ditulis menjadi buku. Jangan langsung menulis. Ingat kata GM, “Mau Selamat, Tulislah Outline!”

Leave a Reply