Kisah Hidupku: Dari Bojonegoro Hingga Sidoarjo

Cover Buku Pustakapedia Kisah HidupkuDi kota Sidoarjo aku bekerja di sebuah rumah makan Bakso, pertama bekerja di sini dan ketika itu menjadi pelayan, tugasku melayani para pelanggan yang datang, mengantarkan pesanan, dan membereskan meja-meja yang kotor, disana mempunyai teman luar kota ada yang dari Lumajang, Solo, Kediri, Malang, Madura, Gresik dan Probolinggo.

Dalam menjadi pelayan kita harus mempunyai kesabaran yang lebih karena banyak pelanggan yang meminta pesanan yang aneh-aneh/beda, ketika hari minggu dan hari libur, warung ini ramainya luar biasa, ketika awal bekerja banyak cobaan yang ku alami salah satunya adalah lupa mengasih pesanan orang yang berbeda-beda, karena ketika orang pesan tidak membawa catatan, maka dari itu harus selalu mengingat pesanan orang tersebut.

Namun ada kenangan yang selalu ku ingat yaitu ketika ada orang yang belum selesai makan, saya tidak tau kalau orang tersebut sedang di toilet karena meja tersebut tidak ada orangnya hanya ada mangkok dan gelas. Ketika melihat meja yang kosong   aku pun mengambil mangkok-mangkok tersebut, ketika orang tersebut kembali ke mejanya ternyata mangkok isi bakso tersebut sudah ku bersihkan, dan orang tersebut marah-marah sambil memanggilku dan aku pun meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada orang tersebut tapi orang tersebut mengolok-ngolokku.

Aku bersedih karena tidak mengerti jika bakso tersebut ternyata masih di makan, ibu bos pun menasehatiku dengan pelan tapi hati tetap bersedih rasanya ingin pulang tidak ingin bekerja lagi, namun karena ada sepupuku yang menasehatiku bahwa beginilah rasanya orang bekerja jadi harus sabar, ikhlas dan bersyukur jadi harus istiqomah.

Setiap makan   teringat kejadian tersebut, namun setelah 1 bulan bekerja di Sidoarjo kumeraskan kenyamanan, dan merasakan bahwa begini rasanya bekerja, rasanya menjadi karyawan yang di pandang pekerjaan yang rendahan.

Baca Juga  Zahid Paningrome: Dhanurveda II

Di sini awal mulai meraskan kebimbingan dalam kehidupan, peerasan menyesal ketika masih sekolah di SMA tidak bersungguh-sungguh, rasanya ingin mengulang waktu terebut, namun waktu telah berlalu dan waktu terus berjalan ke depan.

Ketika memikirkan masa itu aku meraskan kebingungun dengan kehidupan ini rasanya belum menemukan jati diriku, setiap malam jam 02:00 wib, menaiki sepedah onthel untuk berjalan-jalan mengelilingi kota Sidoarjo sambil menghilangkan rasa setres yang melanda ku, tidak tau arah dan tujuan aku pun terus berjalan sambil melihat keindahan kota.