Kelebihan Menerbitkan Buku di PUSTAKAPEDIA

Kelebihan Menerbitkan Buku di PUSTAKAPEDIA

Ini dia 5 kelebihan/keuntungan jika kamu menerbitkan buku di Pustakapedia More »

 
.

Cara Mengetahui Penerbit yang Valid di Perpustakaan Nasional RI

Penerbit Buku Indie

Sekarang ini, industri penerbitan buku semakin hidup. Terutama dengan hadirnya penerbit-penerbit yang menawarkan jasa self publishing dan/atau penerbitan buku indie. Bahkan, beberapa penerbit mainstream mulai membuka jasa self publishing.

.

Desain Cover dan Lay out; Elemen Penting Sebuah Buku

Self Publishing

Di mata seorang desainer grafis, adagium “don’t judge a book by it’s cover” telah menganggap remeh pekerjaannya. Apalagi ia terus disuarakan seperti sengaja dikampanyekan. “Jangan remehkan cover,” balas seorang tukang desain cover di sebuah penerbitan buku. Ia melawan!

Ia marah, merasa upayanya memadukan warna, mempertimbangkan nirmana, tipografi, elemen lain seperti garis dan ukurannya seperti tak terkait dengan isi. Para desainer cover buku sepertinya dianggap bodoh. Tak memahami isi, hanya membuat tampilan muka. Si desainer tambah murka: “Saya baca isinya dulu, memahaminya, lalu merancang sekaligus membuat desain covernya.” Ia seperti hendak menunjukkan bahwa cover berkaitkelindan dengan isi. Ia tak mungkin membuat desain mirip cover DVD dangdut koplo untuk buku bergenre filsafat bahasa yang serius.

.

Self Publishing di Indonesia

self publishing Indonesia

Belakangan self publishing di Indonesia kian ramai. Ramainya penerbitan mandiri ini tidak lain karena semakin banyak pula yang sadar bahwa self publishing sebagai peluang yang demikian terbuka.

Karenanya, bagi Anda yang hendak memulai mendirikan self publisher perlu bersiap menghadapi persaingan di pasar penerbitan buku ini.

.

PoD dan Self Publishing; Revolusi Bisnis Penerbitan Buku

PoD print on demand

pustakapedia.com – Print on Demand (PoD) berarti cetak berdasarkan pesanan. Sistem ini memungkinkan untuk mencetak buku tanpa minimum order. Bahkan ada jasa percetakan yang ‘berani’ menerima order cetak buku meskipun hanya satu buku saja.

Sebelum PoD, pencetakan buku dicetak dengan jumlah banyak. Rata-rata cetak per-satu judul buku sebanyak 2500 atau 3000 buku; biasanya dilakukan penerbit dengan dana yang kuat. Bagi penerbit kelas menengah satu judul buku biasanya dicetak sebanyak 500 buku saja. Biaya cetak inilah yang menjadikan banyak orang ‘mikir-mikir’ untuk membuka usaha penerbitan buku.

Kita dapat membayangkan betapa mahalnya biaya cetak buku jika dalam satu bulan pihak redaksi telah menyetujui puluhan judul buku yang masuk.

Soal kualitas, PoD dengan mesin digital printing atau dengan printer laser untuk isi buku dihadapan cetak massal dengan mesin offset sekarang ini perbedaannya tipis saja. Suatu saat, printer laser akan mengembangkan dan memperbaiki kualitasnya – seperti yang Kita lihat sekarang ini, semakin baik.

Dengan revolusi cetak PoD ini, dunia penerbitan seperti menunjukkan gairah baru. Usaha penerbitan buku tidak lagi menjadi dominasi ‘tuan berdompet tebal’. Revolusi cetak tersebut linier dengan gairah baru penerbitan yang sering Kita dengar; self publishing.

Baca Juga  Apa itu Self Publishing?

Gairah ini muncul mengingat ‘mas-mas berkantong pas-pasan’ bisa memiliki penerbitan berlabel self publishing. Tentu saja, atas pertolongan terknologi baru bertitel print on demand itu.

Baca Juga  Memahami Definisi Buku Indie

Ke depan, asumsi Kami penerbitan jenis inilah yang akan berkembang. Hal tersebut mengingat buku elektronik diprediksi akan menjadi pilihan nomor satu bagi ‘si kutu buku’. Karenanya, cetak buku dengan skala kecil menjadi pilihan.