Tag Archives: indie book

.

Dakwah Kreatip Ala LDK

Self PublishingNukilan Isi Buku

Menurut KBBI : kreatif/kre∙a∙tif/kréatif/ a 1 memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan; 2 bersifat (mengandung) daya cipta: pekerjaan yang – menghendaki kecerdasan dan imajinasi.

Akhis-akhir ini, kata-kata KREATIF mulai jadi trend di kalangan seantero dunia. Mulai dari dunia bisnis, ekonomi, budaya, sosial sampai politik-pun perlu sesuatu yang kreatif. Seolah dia menjadi kebutuhan primer dalam bertahan hidup.

Dakwah kreatif juga semakin trend. Coba aja buka di Instagram dan search “Dakwah Kreatif” bakal n banyak tuh yang muncul. Hmm.. segitu banget yaa..

.

Trilogi Wira: Solusi Sukses di Dunia Kerja dan Bisnis

buku indieDESKRIPSI

Trilogi wira adalah kegiatan  atau kerja mandiri yang beda dengan bekerja di sektor formal, trilogi wira tidak ada bos yang memerintah, tidak ada atasan yang mengawasi,  tetapi semuanya dilakukan  secara mandiri dan pribadi.

Beberapa tahun lalu, ada joke dari Warkop tentang kerja. Kata Dono kerja sih banyak dan mudah sekali didapat, seperti menyapu dan membersihkan jalan, kerja sosial dan lain-lain,  masalahnya adalah mau tidak dibayar atau gratis.

Demikian halnya awal trilogi wira, tidak ada yang menggaji, tidak ada penghasilan. Tetapi akhirnya kita dapat memanfaatkan sehingga dapat mencipta uang dan penghasilan, bahkan dengan trilogi wira  kita dapat memberi gaji kepada oarng lain. Pada mulanya dituntut dan harus berani dan mau bekerja tanpa memperoleh imbalan, baru dapat memetik hasil setelah  beberapa waktu.

.

5 Kelebihan Menerbitkan Buku di PUSTAKAPEDIA

Belakangan banyak sekali penerbitan yang menyediakan jasa penerbitan mandiri (self publishing). Semakin banyak tentu saja semakin menggembirakan bagi penulis karena banyaknya pilihan. Namun, setiap penerbitan memiliki kelebihan masing-masing. Anda – sebagai penulis – tentu saja perlu mempelajarinya.

Di sini, kami (pustakapedia.com), merasa perlu untuk menampilkan kelebihan penerbitan kami. 5 kelebihan ini merupakan kelebihan yang pokok saja di samping kelebihan yang lain. Silakan simak ulasan 5 kelebihan penerbitan kami di bawah ini:

.

Memahami Definisi Buku Indie

buku indie

pustakapedia.com – Entah sejak kapan dikotomi antara indie dan mayor atau arus utama mulai digulirkan. Kita mungkin sering mendengar band berlabel indie, majalah indie, film indie dan sesuatu lainnya yang menamakan dirinya sebagai indie.

Hal ini juga rupanya terjadi di dunia perbukuan; di Indonesia atau di luar negeri. Di negeri ini bahkan telah dimulai sebuah event buku berupa pameran buku indie (indie book fair). Sebelum lebih jauh ada baiknya Kita bedah sedikit tentang frasa ini agar dapat pemahaman yang baik.

Kata indie, menurut beberapa sumber, berasal dari Bahasa Inggris dari asal kata independent. Jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia kata independent berarti merdeka, sendiri, yang berdiri sendiri, dan bebas. Karena alasan yang tidak diketahui jelas kata ini melahirkan bentuk slangnya yakni indie. Beberapa orang mengemukakan alasannya bahwa kata indie lebih easy listening, lebih gaya, lebih keren (cool) – sebagaimana beberapa kata slang lain yang sering kita jumpai.

Kemudian, kata indie pada frasa buku indie ini bisa kita pahami dengan pendekatan makna kata bahasa di atas. Namun, dengan tetap memperhatikan aspek lain yang melingkupinya. Walaupun sebenarnya frasa tersebut dirasa bermasalah mengingat kata indie merupakan bentuk slang yang dari Inggris. Mungkin karena tidak ditemukan padanan kata dalam Bahasa Indonesia maka kata tersebut dibiarkan begitu saja.

Buku indie, menurut sebagian sumber, adalah buku yang diterbitkan secara mandiri baik oleh seseorang maupun kelompok dalam bentuk komunitas ataupun organisasi. Penerbitan mandiri tersebut didasarkan oleh beberapa alasan. Pertama, buku indie berisi naskah yang dirasa hanya perlu atau penting dibaca oleh sedikit orang karena alasan kesamaan hobi, minat, ideologi, bahkan bahasa. Sebab, ditujukan untuk dan dari kalangan terbatas.

Kedua, buku indie tidak dapat ditampung oleh penerbit mayor karena jika diterbitkan dianggap akan merugikan karena tidak diminati pasar. Biasanya, dalam pengertian ini, buku indie berisi naskah dengan idealisme tingkat “ngerih”. Bisa juga karena berisi kajian yang teramat lokal. Bisa juga sebab alasan lain.

Ketiga, buku indie memang dikehendaki oleh si penulisnya. Penulis memang tidak mau bukunya diterbitkan oleh penerbit mayor. Biasanya, si penulis merasa bahwa pihak penerbitan akan mengekang tidak memberi kebebasan dalam menentukan judul, desain cover atau alasan lainnya. Atau -mungkin- suaranya yang lantang akan sedikit diredam oleh pihak penerbitan. Si penulis hanya memerlukan kemerdekaan atau kebebasan ekspresinya.

Keempat, bisa jadi bukan karena alasan-alasan di atas. Misalnya alasan ekonomi, akses yang terbatas calon penulis ke penerbit buku non-indie karena kurangnya informasi, bisnis, atau undang-undang pelarangan penyebaran ideologi atau paham tertentu. Yang disebutkan terakhir pernah terjadi di era sebelumnya di Indonesia, Kita mungkin pernah mendengar “pelarangan buku” mulai dari menuliskannya, menerbitkan, memasarkan hingga membaca dan mendiskusikannya.