Tag Archives: Zahid Paningrome

.

Zahid Paningrome: Dhanurveda II

Cover Buku Pustakapedia Dhanuveda II Zahid Paningrome“Novel ini adalah sekuel dari Dhanurveda, masih melanjutkan kisah dari tokoh-tokoh utamanya dengan genre futurisme, sebuah genre baru yang hendak saya hadirkan dan jadi pewarna di dunia Sastra Indonesia” – Zahid Paningrome.

Bagi pembaca Dhanurveda edisi pertama tentu sudah tahu betul genre yang ditawarkan penulis ketika Dhanurveda II dirilis. Tapi, Zahid tetap memberi pengantar sambil mengingatkan kepada khalayak pembaca soal genre karyanya ini. Seakan ingin merawat ingatan para pembacanya tentang Dhanurveda. Tentang fiksi futuristik. Perihal masa depan.

Tentu saja pengakuan Zahid tentang posisi genre karyanya ini perlu diuji. Agar tidak menjadi klaim sepihak. Dan bukankah jika seorang penulis telah mempublikasikan karya tulisnya, lalu ia/penulis (menjadi) telah mati? Penulis tidak menjadi penafsir kebenaran tunggal; bahkan atas karyanya sendiri? Karya tulis -sebut saja teks- yang Zahid tuliskan mengarungi perjalanannya sendiri. Ia tak haram ditafsir oleh sekian banyak pembacanya.

.

Tentang Anna

Tentang Anna Zahid PaningromeDeskripsi
Separah apa kamu bisa mencintai seseorang? Apakah di dalam dirimu sudah sepenuhnya dikuasai oleh bayang- bayangnya? Kisah ini tentang Anna yang pergi tak berjejak hingga aku menunggu cukup lama untuk bisa melihatnya kembali dalam satu meja yang sama. Aku mencintai Anna, tapi bukan itu intinya. Sialnya, Aku masih menyimpan namanya di relung hatiku paling dalam. Sudah hampir tiga tahun wanita itu pergi tanpa pesan, dan aku tak pernah bisa berkomunikasi dengan dirinya. Semua jalur yang bisa aku pakai ditutup dengan serampangan olehnya. Berkat aku, dia menjadi manusia anti sosial. Aku sudah tak bisa lagi melihatya di dunia maya, tak bisa lagi membaca setiap tulisan di blognya. Aku benar-benar sudah menghancurkan semuanya, meruntuhkan tiang-tiang dan membuat sekat yang begitu tinggi hingga tak terlampaui olehku.
Cinta sebenarnya. Aku hanya menemukan hal-hal abstrak darinya.

.

Dhanurveda: Zahid Paningrome

cover buku DhanurvedaReview Buku

Antara Futuristik dan Dystopia dalam Novel “Dhanurveda” Zahid Paningrome
Oleh Purwono Nugroho Adhi

Sumber: jenterasemesta.or.id

SAYA belum membaca novel ini, namun dari secarik ringkasan “Pasca perang dunia ketiga, bumi mengalami kerusakan hebat. Benua-benua terpisah tak berbentuk. Serangan nuklir dari lima negara membabi buta seluruh penjuru bumi, pulau-pulau terpisah tak berbentuk. Lautan naik drastis.” Sepertinya, Paningrome ingin membingkai dystopian novel, hal itu terlihat sekilas dari nuansanya yang futuristik, membayangkan kehancuran dan kerusakan alam atas penindasan dan kontrol sosial (oppressive societal control). Kontrol dan upaya penindasan itu tentu entah dari sebuah perusahaan raksasa, birokrasi, kekuatan teknologi, dan berbagai lainnya yang bersifat totaliter.