Tasha Schumi: Dari Finlandia Sampai ke Qatar

Cover dari Finlandia sampai ke QatarBuku ini merupakan kisah perjalanan penulis selama setahun ke beberapa negara di empat benua. Banyak pengalaman baik buruk yang penulis dapati: bagaimana mempersiapkan jawaban dalam pemeriksaan petugas imigrasi, bagaimana penulis menyikapi perbedaan budaya di setiap negara yang dikunjungi, bagaimana menjalin persahabatan dengan orang-orang yang berbeda bahasa bahkan tanpa bahasa Inggris sebagai pengantar dan bagaimana menjadi mandiri dalam arti sebenarnya, mandiri karena sering kali penulis hanya sendiri mengatasi masalah asing di negara yang asing dan di tengah orang-orang asing.

Perjalanan penulis di mulai dari kunjungannya ke tanah Skandinavia tepatnya ke Finlandia, terbang ke Maroko di Afrika utara lalu kunjungan singkat ke negara bagian Elsass di Perancis, dilanjutkan petualangan di negara-negara pecahan Yugoslavia (Kroasia, Bosnia dan Herzegovina, Serbia, Montenegro), menyusuri pesisir selatan Spanyol sampai puncak petualangannya di Amerika Latin (Kolombia, Peru dan Meksiko), penulis juga tidak lupa mampir sejenak ke Qatar sebelum akhirnya kembali ke pangkuan ibu pertiwi dan bertemu dengan orang-orang terdekatnya.

Sebagian Isi Buku, Subjudul: “Negeri Sejuta Sauna (Kisahku di Finlandia)

Negara mana yang hampir setiap rakyatnya memiliki sauna di rumah? Jawabannya adalah Finlandia. Suhu udara yang hampir sepanjang tahun di bawah 15 derajat dan musim dingin yang kadang sangat ekstrim, membuat sauna menjadi kegemaran utama masyarakat Finlandia. Selain terkenal dengan sauna-nya mungkin kita masih ingat, sekitar 20 tahun yang lalu Nokia merupakan merek handphone yang paling populer, begitu populernya hingga merek ini disebut juga sebagai “Handphone sejuta umat”. Tapi tahukah anda bahwa handphone ini berasal dari sebuah kota di wilayah Finlandia tengah yang juga bernama kota “Nokia”.

Aku mengawali tahun dengan berpetualang ke Finlandia, saat aku mengungkapkan rencanaku ini ke beberapa teman, mereka yang mendengar beranggapan ini adalah ide bodoh yang tidak masuk akal, pada saat semua orang berusaha menghindari musim dingin di Eropa, aku justru ingin terbang ke tempat asal Sinterklass, ke salah satu negara terdingin di dunia, betapa tidak, secara geografis Finlandia terletak berbatasan dengan bagian utara Rusia, artinya suhu musim dingin disana bukanlah hal yang menyenangkan, di saat itu sering kali suhu udara mencapai minus 30 derajat Celcius. Namun rasa penasaran dan keinginanku untuk mengunjungi Skandinavia setidaknya setahun sekali ditambah adanya promosi tiket Finnair dari Munich ke Helsinki yang hanya setengah dari harga normal membuat tekadku semakin mantap sehingga tanpa berpikir panjang aku langsung membelinya. Finlandia menjadi babak terakhir petualanganku di tanah Skandinavia, rencana yang tertunda beberapa kali karena harga tiket yang lumayan mahal, akhirnya terealisasi.

Baca Juga  MSDM: Sebuah Pendekatan Peningkatan Komitmen Organisasi

DATA BUKU
JUDUL: Dari Finlandia Sampai ke Qatar
Penulis: Tasha Schumi
Terbit: 2018
ISBN 978-602-6719-52-2
Penerbit: Pustakapedia
Halaman: 196