Warna Cinta: Puisi yang Lahir dari Seorang “Asisten Rumah Tangga”

Warna Cinta Ana C PinemSiapa yang tak kenal Ana C Pinem? Dia adalah asisten “rumah tangga” paling populer di Indonesia. Meskipun dia bukan asisten rumah tangga dalam pengertian sebenarnya. Pinem, sebut saja begitu, merupakan publik figur. Seorang seniman dan pemain sinetron yang -bisa jadi- paling sering memainkan peran sebagai “asisten rumah tangga.” Bahkan, perannya seringkali antagonis; galak, suka marah-marah, dan karakter lainnya semacam itu.

Namun, tentu saja itu drama. Bukan Pinem yang sebenarnya. Pinem, jika kita lihat dari buku kedua yang ia tulis berjudul Warna Cinta, adalah persona yang penuh cinta, perasaannya dalam dan penuh penghayatan, kadang lirih, tenang dan mampu menangkap banyak hal baik dari semesta yang melingkupinya. Tapi, kadang juga rapuh sekaligus nampak sisi religiositasnya.

Dari puisi-puisinya nampak sekali bahwa Pinem diliputi cinta, bisa jadi cinta itu ia tujukan untuk Tuhan, untuk seseorang atau untuk puisi sendiri. Kami kutip puisinya yang berjudul “Mimpi Dalam Untaian Puisi” untuk memastikan bahwa hatinya adalah cinta:

Mimpi siang hari benarkah tanpa arti
Seperti inginku padamu tuk memiliki
Bukan sebatas barisan untaian puisi
Terkadang hanya bualan tanpa pasti

Kisah kita kan kulukis di kanvas jiwa
Segala yang indah kan memberi tawa
Kenangan manis selalu lengkapi rasa
Nuansa ceria dalam warna merah muda

Kau bukan sebatas mimpi malam hari
Dirimu akan selalu hidup direlung hati
Cerita asmara kita kan kubingkai nan rapi
Ingat candamu senyumku menghampiri

Dari sini kita bisa saja tidak menyangka bahwa puisi ini lahir dari seorang “asisten rumah tangga” antagonis. Puisi ini tentu bukan sisi lain dari dirinya. Puisi ini adalah ia yang sesungguhnya. Menjadi asisten rumah tangga yang galak itulah sisi lain dirinya; profesinya sebagai pemain sinetron.

Baca Juga  My Sister's Wedding
Categories: Buku Terbaru

Leave a Reply