.

MENG-ULUL ALBAB-KAN PENDIDIKAN ISLAM (Kajian atas Tafsir Fi Zilal al-Quran)

Dalam Alquran, term ulul albāb disebutkan sebanyak 16 kali dalam beberapa surat dan ayat yang berbeda. Dari beberapa ayat tersebut, ada dua ayat yang paling komprehensif dalam menjelaskan makna ulul albāb, yaitu QS. Āli ‘Imrān [3]: 190-191. Ayat tersebut menyebutkan bahwa ulul albāb adalah sekelompok orang yang memiliki ciri-ciri utama; selalu ingat kepada Allah baik dalam keadaan berdiri, duduk, maupun berbaring serta selalu memikirkan apa saja yang Allah ciptakan. Dengan kata lain, tanda-tanda utama ulul albāb ialah selalu ingat kepada Allah (aspek agama) dan memikirkan ciptaan Allah (aspek ilmu pengetahuan). Orang yang termasuk kategori ulul albāb adalah orang yang sudah mampu mengintegrasikan antara unsur-unsur keagamaan dengan non-keagamaan. Tafsir Fī Ẓilāli al-Qur’ān karya Sayyid Quṭb ini tidak hanya tergolong tafsir yang unik, tetapi juga merupakan barisan terdepan dari buku-buku Sayyid Quṭb dan juga merupakan karya Sayyid Quṭb yang paling banyak tersebar di lapangan ilmiah dan amaliah Islam.

.

Penyelenggaraan Event Pariwisata

Berdasarkan target dari Kementerian Pariwisata untuk 20 juta wisatawan mancanegara dan 275 juta pergerakan wisatawan nusantara di tahun 2019, dibutuhkan sebuah dukungan promosi yang efektif dan dapat menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung ke Indonesia selain karena alam dan budayanya.

Penyelengaraan event pariwisata adalah untuk merangsang promosi pariwisata di Provinsi, Kabupaten/Kota di Indonesia untuk bersama-sama mempromosikan daerahnya sebagai destinasi unggulan. Diharapkan dari penyelenggaraan event yang memiliki 3C (Content, Communication, Commercial), bisa menggerakkan wisatawan untuk berkunjung ke destinasi di Indonesia.

Promosi dalam pengembangan kepariwisataan menekankan adanya upaya untuk memberikan informasi dan membujuk wisatawan agar berkunjung ke destinasi pariwisata. Event merupakan salah satu media promosi yang dapat secara efektif mempromosikan destinasi pariwisata Indonesia sekaligus

.

Perjalanan ke Teluk Pakedai

TELUK pakedai di zaman penjajahan belanda merupakan bagian dari kewilayaan kerajaan Kubu yang dibuka pada tahun 1768 M, di bawah pimpinan Syaid Idrus Al Idrus bin Tuan Said Abdurrahman, adapun kekuasaannya meliputi negeri Terentang, Kubu dan Muara Ambawang (Teluk Pakedai) kemudian diteruskan Syaid Muhammad pada tahun 1823 M, Syaid Hasan pada tahun 1868 M dan terakhir Syaid Abbas pada tahun 1900 M.

Adapun muara Ambawang (Teluk Pakedai) sebagian perwakilan cabang kerajaan tersebut dipimpin Tuan Kubu Syarif Saleh sampai dengan tahun 1942 M berlokasi di Parit Sedepung yang bermuara ke sungai Encek Kedai.

Penduduk Teluk Pakedai mayoritas suku Bugis yang asal pendatang dari Makasar untuk membuka kehidupan dan menetap untuk membuka lahan perkebunan dan perladangan.

.

Kapita Selekta Pemikiran Ekonomi Islam

Kapita Selekta Pemikiran Ekonomi IslamDalam ekonomi Islam, hal-hal yang tetap dalam harga yang sama ditentukan oleh operasi bebas kekuatan pasar. Nabi Muhammad SAW, tidak menganjurkan campur tangan apapun dalam proses penentuan harga oleh negara atau individual. Di samping menolak untuk mengambil aksi langsung apapun, beliau melarang praktek bisnis yang dapat membawa kepada kekurangan pasar. Sebagai akibatnya, penahanan stock, spekulasi, kolusi oligarki, pembatalan informasi penting tentang produk, dan penjualan dengan sumpah palsu dilarang oleh Nabi Muhammad SAW. Menghapuskan pengaruh kekuatan ekonomi atas mekanisme harga. Secara simultan, beliau mengabaikan eksploitasi ketidaktahuan oleh orang-orang yang diberitahu. Dalam masyarakat kontemporer, petunjuk-petunjuk ini dapat menjadi dasar bagi sebuah sistem tingkah laku berkerelaan untuk komunitas bisnis. Di samping hubungan-hubungan hukum, juga terdapat sejumlah prinsip moral. Komunitas bisnis telah diberi petunjuk agar jujur, terpercaya dan berhati luhur dalam urusan bisnis. Daripada saling menghancurkan, mereka lebih baik mengembangkan sebuah sistem sosial yang saling menolong dan kerjasama.