Agama secara praksis merupakan produk dari pemahaman dan pengalaman masyarakat berdasarkan kebudayaan yang telah dimiliki, hubungan agama dan kebudayaan bersifat dialogis.

proses interaksi masuknya Islam di tanah Jalawastu tidaklah membentuk komunitas baru yang sama sekali berbeda dengan masyarakat sebelumnya. Sebaliknya, Islam mencoba untuk masuk ke dalam struktur budaya dan mengadakan infiltrasi ajaran-ajaran Sunda wiwitan dengan nuansa Islami, secara kontruksi budaya komunitas adat Jalawastu terbuka, memberikan ruang antara budaya dan agama, berjalan secara sinergi. Islam ditanah Jalawastu telah mampu melampaui dialektika panjang dalam rentang sejarah masyarakat dan melampaui pergumulan yang serius untuk menghasilkan Islam yang bercorak khas di Nusantara.

Sebelumnya perkampungan Jalawastu yang banyak diasumsikan oleh orang-orang sebagai komunitas yang menutup diri hal apapun, cendrung menyendiri tanpa kompromi, dan jauh dari ajaran Islam, justru sebaliknya masyarakat Jalawastu hadir sebagai wajah Islam yang humanis, dan esoterik. Dengan pendekatan antropologi budaya, melalui studi etnografi penelitian ini, kami mencoba memotret lebih dalam pola keberagamaan masyarakat Jalawastu.