Author Archives: Pustakapedia

.

Kapita Selekta Pemikiran Ekonomi Islam

Kapita Selekta Pemikiran Ekonomi IslamDalam ekonomi Islam, hal-hal yang tetap dalam harga yang sama ditentukan oleh operasi bebas kekuatan pasar. Nabi Muhammad SAW, tidak menganjurkan campur tangan apapun dalam proses penentuan harga oleh negara atau individual. Di samping menolak untuk mengambil aksi langsung apapun, beliau melarang praktek bisnis yang dapat membawa kepada kekurangan pasar. Sebagai akibatnya, penahanan stock, spekulasi, kolusi oligarki, pembatalan informasi penting tentang produk, dan penjualan dengan sumpah palsu dilarang oleh Nabi Muhammad SAW. Menghapuskan pengaruh kekuatan ekonomi atas mekanisme harga. Secara simultan, beliau mengabaikan eksploitasi ketidaktahuan oleh orang-orang yang diberitahu. Dalam masyarakat kontemporer, petunjuk-petunjuk ini dapat menjadi dasar bagi sebuah sistem tingkah laku berkerelaan untuk komunitas bisnis. Di samping hubungan-hubungan hukum, juga terdapat sejumlah prinsip moral. Komunitas bisnis telah diberi petunjuk agar jujur, terpercaya dan berhati luhur dalam urusan bisnis. Daripada saling menghancurkan, mereka lebih baik mengembangkan sebuah sistem sosial yang saling menolong dan kerjasama.

.

Dari Mesir sampai ke Rep. Ceko

Dari Mesir Sampai CekoBuku ini adalah buku catatan perjalanan keliling dunia kedua Tasha Schumi. Di setiap tempat yang ia singgahi Tasha tidak hanya mengeksplorasinya begitu saja. Ia memperhatikan dengan saksama lalu mencatatkannya menjadi buku. Tidak hanya satu buku tapi dua dan bisa saja lebih. Karena, perjalanannya belumlah usai meski ia telah pulang ke tanah pertiwi.

Berikut adalah pengantar Tasha Schumi di buku keduanya ini:

Sama seperti kisah “dari Finlandia sampai ke Qatar”, bukuku ini juga merupakan kumpulan kisah perjalananku selama setahun. Setidaknya 20 negara telah kusinggahi selama tahun 2015, tetapi di dalam buku ini aku hanya akan mengangkat kisahku di 12 negara saja karena beberapa negara lainnya telah kuceritakan dibuku sebelumnya sementara beberapa negara lainnya hanya kukunjungi sambil berlalu dan terlalu singkat untuk diangkat kisahnya.

.

Pembahasan Kimia Organik dan Anorganik: Menuju Podium Juara Olimpiade Kimia

Olimpiade Sains Nasional Bidang Kimia Tingkat SMA/MA yang pertama kali digelar pada tahun 2002 di Yogyakarta telah menjadi cikal bakal kompetisi ilmiah tingkat nasional pada tataran sekolah menengah atas. Even ini juga sebagai pencarian bakat yang dapat menghasilkan ilmuwan muda yang diharapkan menjadi pionir kemajuan sains bangsa.

Dengan adanya ajang tersebut, kebutuhan akan materi belajar yang mudah dimengerti dan komprehensif menjadi satu hal krusial yang harus ada. Buku ini hadir dalam upaya mendukung para siswa-siswi SMA untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka dalam menyelesaikan soal-soal olimpiade kimia. Tidak ada yang tidak mungkin untuk meraih gelar juara. Namun, juara dapat diraih hanya engan kekuatan doa dan usaha yang gigih dan terus menerus. Salah satunya, dengan menggunakan buku ini.

Silahkan memanfaatkan buku ini dengan sebaik-baiknya sebagai sumber ilmu.

.

Zahid Paningrome: Dhanurveda II

Cover Buku Pustakapedia Dhanuveda II Zahid Paningrome“Novel ini adalah sekuel dari Dhanurveda, masih melanjutkan kisah dari tokoh-tokoh utamanya dengan genre futurisme, sebuah genre baru yang hendak saya hadirkan dan jadi pewarna di dunia Sastra Indonesia” – Zahid Paningrome.

Bagi pembaca Dhanurveda edisi pertama tentu sudah tahu betul genre yang ditawarkan penulis ketika Dhanurveda II dirilis. Tapi, Zahid tetap memberi pengantar sambil mengingatkan kepada khalayak pembaca soal genre karyanya ini. Seakan ingin merawat ingatan para pembacanya tentang Dhanurveda. Tentang fiksi futuristik. Perihal masa depan.

Tentu saja pengakuan Zahid tentang posisi genre karyanya ini perlu diuji. Agar tidak menjadi klaim sepihak. Dan bukankah jika seorang penulis telah mempublikasikan karya tulisnya, lalu ia/penulis (menjadi) telah mati? Penulis tidak menjadi penafsir kebenaran tunggal; bahkan atas karyanya sendiri? Karya tulis -sebut saja teks- yang Zahid tuliskan mengarungi perjalanannya sendiri. Ia tak haram ditafsir oleh sekian banyak pembacanya.