Panduan Mengelola Website Sekolah

Panduan Mengelola Website SekolahHampir seluruh sekolah di Indonesia telah memiliki website, tetapi banyak juga yang tidak tahu cara mengelola website dengan baik. Website yang terkelola dengan baik seakan-akan hidup, mewakili pesan, berita dan apapun yang disampaikan pada website tersebut. Namun disayangkan, banyak website sekolah dibuat hanya sekedar memiliki website dan akhirnya fungsi website tidak ubahnya seperti papan nama atau reklame yang akan tertutup oleh pergantian siang dan malam.
Website pada dasarnya memiliki fungsi sebagai penyampai berita, informasi dan lain sebagainya bagi si empunya. Bisa saja bentuk informasi yang disampaikan melalui website itu berbentuk tulisan, gambar dan video. Seluruh informasi akan sampai kepada target atau minimal dilihat banyak orang, bilamana kondisi websitenya baik. Untuk membuat kondisi website menjadi baik dan mewakili si empu Website, yaitu sekolah-sekolah, maka website tidak hanya sekedar dibuat dan dibiarkan. Untuk website yang baik atau bisa dikatakan sehat, jika website dikelola dengan baik.
Pengelolaan website sebenarnya sederhana, tetapi tidak mudah. Banyak hal yang diperlukan dalam mengelola website. Hal atau bisa disebut Komponen yang membuat website itu menjadi hidup adalah seorang admin dan bangunan website itu sendiri. Seorang Admin sangat menentukan kesehatan dan masa depan website yang dibangun, boleh saja merangkap sebagai programer atau web disain. Pemilihan website sekolah bisa berbayar ataupun gratis, tergantung dari kemampuan dan tujuan website sekolah dibangun. Untuk berbayar, thema yang dipilih saat membangun website akan sangat menentukan kinerja dari website. Untuk website sekolah gratis tinggal memilih thema web gratis yang telah tersedia.
Perbedaan dari website sekolah berbayar dengan website gratis (umumnya berbentuk sub domain) sangat jelas. Untuk website berbayar pada umumnya, website sekolah memiliki nama domain sesuai dengan nama sekolah, yang diakhiri oleh ekstensi sch.id (domain untuk sekolah di Indonesia). Untuk website gratis tidak oleh membuat nama web 100% sesuai dengan nama sekolah, dimana pada umumnya diakhiri oleh dengan nama domain penyedia web atau blog gratis. Website sekolah gratis bukan merupakan web tunggal, karena website gratis adalah merupakan sub domain dari penyedia web atau blog gratis, sebagai contoh adalah namasekolah.blogspot.com, namasekolah.wordpress.com, namasekolah.web.com atau lain sebagainya. Jadi jelas untuk website sekolah gratis mau tidak mau harus mengikuti penyedia domain web atau blog gratisnya.
Website sekolah berbayar jauh lebih baik dan memiliki kelas berbeda, tetapi website sekolah gratis juga bisa juga dijadikan website berbayar. Keduanya bisa menjadi website yang hidup dan seakan-akan dapat berbicara guna menyampaikan pesan, informasi, berita dan lain sebagainya kepada orang banyak melalui dunia maya. Kenapa website harus demikian? Perlu diingat, kegiatan sekolah dilakukan dengan waktu terbatas, lalu disaat jam sekolah selesai, maka website lah yang menggantikannya. Apalagi bila website dioptimalkan menjadi sumber pembelajaran, maka disaat kapan pun siswa atau bahkan seluruh dunia bisa belajar dari website sekolah yang dibuat.
Lalu bagaimana agar website menjadi hidup dan mewakili sekolah? Apa yang harus dilakukan untuk membuat website yang baik dan sesuai dengan harapan sekolah? Semua akan dituliskan pada buku ini, tujuannya agar sekolah-sekolah di Indonesia memiliki website sebagai sarana informasi lewat internet optimal kerjanya dan bukan sebaliknya hanya sebagai lambang, papan nama atau sekedar punya website.
Ada dua hal penting yang akan disampaikan pada buku tentang pengelolaan website sekolah, yaitu tentang apa saja yang harus dilakukan admin dan bangunan websitenya itu sendiri. Sebagai batasan, isi pada buku ini bukan mengenai pemrograman, disain web dengan Bahasa yang dimengerti oleh programmer. Buku ini adalah sebuah cara yang dapat dimengerti oleh semua orang untuk mengelola website sekolah yang baik dan sesuai dengan harapan.
Buku Pengelolaan Website Sekolah ini dapat dibaca oleh seorang calon admin yang tidak terlalu mahir tentang bahasa pemrograman. Jadi dengan buku ini, semua orang atau calon admin dapat melakukan pembuatan website, baik berbayar ataupun gratis, kemudian melakukan pengelolaan website dengan cara yang baik dan benar.
Setelah seorang admin website membaca buku “Panduan Membuat dan Mengelola Website Sekolah” diharapkan memiliki kemampuan dalam membuat dan mengelola website sekolah menjadi sebuah website yang dapat menyampaikan informasi lewat dunia maya yang efektif dan berkualitas.